Bisnis Angkringan Sebagai Pemutus Mata Rantai Kemiskinan

fakta menarik tentang angkringan pemutus mata rantai kemiskinan
Our Score
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Sebagian masyarakat kita masih sangat percaya dengan ekonomi berbasis komunitas. Walaupun ekonomi jenis ini masih butuh bukti untuk bersaing dengan model lain, tetapi tidak ada model yang lebih menjanjikan dari ekonomi komunitas. Ekonomi komunitas ini memiliki banyak wadah seperti koperasi. Ini adalah contoh yang sering kali digaungkan oleh masyarakat.

Dengan jumlah masyarakat miskin yang masih tinggi di Indonesia tidak ada jalan lain yang lebih efektif selain menyasar komunitas. Bayangkan saja jika anda sebagai pemerintah daerah yang berjumlah 10 juta penduduk. Separuh dari penduduk ini masuk kategori miskin. Apa anda akan membuat program perindividu yang butuh puluhan tahun hanya untuk mengentaskan seribu orang. Ekonomi komunitas ini adalah langkah bersama bagi kelompok miskin di Indonesia untuk mengoptimalkan ekonomi secara bersama-sama. Harapannya rantai produksi, distribusi dan konsumsi bisa dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Salah satu bukti konkret dari ekonomi seperti ini sudah banyak dikemukakan media massa. Di banyak tempat orang mendirikan koperasi produksi yang melahirkan olahan keren yang –tak sedikit- bertaraf internasional. Salah satu kota yang gemar mengembangkan ekonomi berbasis komunitas ini adalah Yogyakarta. Di sini UKM dikembangkan dengan mengandalkan kegiatan bersama di kampung mereka. Baik melalui BUMDes atau program swadaya masyarakat sendiri ternyata mampu melakukan rasionalisasi ekonomi.

Nah kali ini kami akan memberikan anda review sedikit tentang ide bisnis yang bisa dijadikan opsi dalam mengembangkan ekonomi berbasis komunitas. Apa itu idenya? Membangun bisnis angkringan. Lho kok angkringan? Apa untungnya menggiurkan? Lalu bagaimana model pengembangannya?

Percaya atau tidak bisnis angkringan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan. Angkringan memegang peranan penting dalam mendistribusikan peran antar anggota masyarakat.  Sekarang kita coba simulasikan. Jika kita memiliki 10 anggota komunitas lalu semuanya harus didistribusikan secara adil dan merata. Angkringan memiliki beragam pilihan menu sajian yang memungkinkan orang untuk menunjukkan keahlian sesuai perannya. Ada yang membuat nasi bungkus dengan menu variatif: nasi kucing bandeng, nasi sambal teri, nasi kucing oseng tempe dan lain sebagainya. Lalu ada yang bertugas membuat minuman. Ada juga yang bertugas menyetok makanan ringan/camilan. Dan ada pula yang bertugas melayani. Dari sini kita bisa mengembangkan satu ekonomi bersama-sama. Jadi tanggungan dan laba yang didapat dari bisnis bisa dipanggul bersama-sama. Di Jogja model ini banyak dikembangkan. Tentu anda juga bisa mengembangkan di lain tempat.

Bagi anda yang ingin memulai bisnis angkringan kami siap membantu anda. Kami menyediakan gerobak angkringan dengan harga murah dan berkualitas.